Rabu, 15 Agustus 2018

ASIAN GAMES 2018 (Sepakbola)


Grup B
Uzbekistan vs Bangladesh
Partai pembuka grup B mempertemukan antara Uzbekistan dengan Bangladesh. Bermain di stadion Pakansari, Bogor, pertandingan berjalan tidak imbang. Uzbekistan tampil sangat superior dengan menguasai ball possession 73% berbanding 27%.

Gol pertama Uzbekistan dibuka melalui Zabikhillo Urinboev dimenit 23’. Keunggulan 1-0 Uzbekistan bertahan hingga turun minum.

Dibabak kedua, gelombang serangan Ikromjon Alibaev dkk semakin menjadi. Hasilnya dimenit 57’ Uzbekistan berhasil menambah jumlah golnya melalui Khamdamov Dostonbek.

Tertinggal 2 gol, membuat permainan Md Saad Uddin dkk sulit berkembang, lemahnya lini pertahanan Bangladesh kembali dimanfaatkam oleh Alibaev Ikromjon dengan melesakkan gol dimenit 66’

Skor 3-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, Uzbekistan mengantongi kemenangan dipertandingan perdananya.

Tercatat 20 tembakan dilakukan Uzbekistan ke jantung pertahanan Bangladesh, sementara Md Saad Uddin dkk hanya mampu melakukan 2 tembakan sepanjang pertandingan.

Thailand vs Qatar
Partai lanjutan di grup B mempertemukan antara raja sepakbola Asean, Thailand dengan tim dari Asia Barat, Qatar.

Diawal babak pertama, Qatar tampil lebih menekan. Hasilnya dimenit ke 6’ Qatar mampu membuka skor atas Thailand melalui lesakkan Shehata Hazem.

Tertinggal lebih dulu melalui gol cepat membuat Thailand tampil lebih menyerang. Namun rapatnya pertahanan Qatar membuat peluang yang dimiliki Thailand selalu kandas.

Dibabak kedua, Thailand semakin gencar melakukan serangan. Memiliki banyak peluang, Thailand belum mampu menciptakan gol dikarenakan rapatnya pertahanan Qatar serta buruknya penyelesaian akhir.

Namun, kerja keras Thailand dalam membongkar pertahanan Qatar nampaknya berbuah manis. Chaided Supachai berhasil mencetak gol dimenit 90’+2, memanfaatkan umpan silang Tanasith Siripala. Skor 1-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Dengan hasil ini Qatar gagal memastikan 3 poin dipertandingan pertamanya dan harus puas berbagi angka dengan Thailand. Sementara bagi Thailand, hasil imbang ini tentu bukan hasil yang baik, namun Tanasith Siripala dkk patut berbangga karena mampu merubah hasil akhir pertandingan melalui permainan ngotot yang mereka tampilkan.

ASIAN GAMES 2018 (Sepakbola)



Asian Games masih 3 hari lagi, namun cabang olahraga (cabor) sepakbola sudah mulai dimainkan sejak 10 Agustus lalu.

Grup A

Laos vs Hong Kong

Dibuka dengan pertandingan Grup A, antara Laos vs Hong Kong yang berlangsung di stadion Patriot Chandrabaga, Kota Bekasi. Hong Kong yang jauh lebih berpengalaman tampil menekan diawal pertandingan, sementara Laos sesekali melakukan serangan balik melalui sayap kiri yang dimotori oleh Phithack Kongmathilath.
Hong Kong membuka keran golnya melalui Cheng Chin Lung di menit 20, kemudian disusul dengan gol Tan Chun Lok 20 menit kemudian. Skor 0-2 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Laos tampil lebih menekan. Mengandalkan sektor kiri, penampilan Laos jauh lebih hidup dibandingkan babak pertama. Tekanan demi tekanan dilancarkan hingga akhirnya membuahkan hasil di menit ke 62, Laos berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 melalui gol Phithack Kongmathilath.

Asik menyerang, lini belakang Laos menjadi longgar. Kelengahan ini dimanfaatkan oleh Hong Kong, berkali-kali Cheng Chin Lung dkk mengancam pertahanan Laos. Hal tersebut membuahkan hasil di menit 86, melalui gol bunuh diri yang dilakukan pemain bertahan Laos Lathasay Lounlasy. Skor 1-3 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, Hong Kong unggul atas Laos dipertandingan pembuka cabor sepakbola, Asian Games 2018.

Palestina vs China Taipei
Pada partai lanjutan grup A cabor sepakbola, Asian Games 2018, mempertemukan tim dari Asia Barat, Palestina dengan wakil Asia Timur, China Taipei.


Palestina tampil menyerang melalui sektor tengah, namun rapatnya pertahanan China Taipei menyulitkan Rami Hamada dkk untuk mencetak gol.


Hasil kacamata menutup laga kedua di grup A, mengharuskan kedua tim harus puas berbagi 1 poin.


Tercatat 38 tendangan dilakukan Palestina sepanjang pertandingan berbanding 5 percobaan oleh China Taipei. Sementara penguasaan bola dikuasai Palestina dengan 64% berbanding 36%.


Palestina vs Laos
Pada pertandingan ketiga grup A, Palestina yang didukung oleh suporter tuan rumah tampil lebih percaya diri.


Sempat tertinggal lewat gol yg dilesakkan oleh Khochalern Phoutthasay dimenit ke 14’, Rami Hamada dkk semakin gencar menekan pertahanan Laos.


Gempuran Palestina di lini pertahanan Laos akhirnya membuahkan hasil dimenit ke 83’ melalui gol Shehab Qumbor. Tidak sampai disitu, menjelang akhir pertandingan Palestina lagi-lagi mampu menciptakan gol melalui sundulan Albahdari Abdallatif dimenit 90’+5.


Palestina menutup pertandingan keduanya dengan kemenangan, sekaligus menjadikan mereka sebagai pemuncak klasemen sementara grup A dengan 4 poin.


China Taipei vs Indonesia
Indonesia memulai perjuangannya di cabor sepakbola Asian Games 2018 dengan menghadapi wakil dari Asia Timur, China Taipei.


Dipertandingan pertamanya, Taipei hanya mampu mencatat hasil seri kontra Palestina. Sementara bagi Indonesia kemenangan jadi harga mati di pertandingan perdana.


Mengandalkan serangan sayap, Indonesia mampu menciptakan banyak peluang sepanjang pertandingan. Namun buruknya penyelesaian akhir serta ketidak beruntungan menjadi faktor yang menyebabkan Indonesia gagal mencetak gol dibabak pertama.


Taipei bukan tanpa peluang, beberapa kali peluang dari bola-bola mati menjadi ancaman bagi gawang Andritany.


Dibabak kedua, Indonesia tampil lebih menyerang. Masuknya Saddil Ramdani semakin merepotkan lini pertahanan Taipei. Hingga akhirnya dimenit 67’ lahirlah gol pertama Indonesia melalui kepala Stefano Lilipaly, memanfaatkan umpan Febri Haryadi lewat tendangan bebas.
Tidak lama berselang Beto Goncalves mencetak gol perdananya di ajang Asian Games melalui umpan dari Stefano Lilipaly dimenit 71’. 5 menit berselang kembali Lilipaly mencetak gol keduanya sekaligus gol ketiga bagi Indonesia, melalui tendangan salto memanfaatkan umpan dari bek kiri milik Persija, Rezaldi Hehanusa.


Menjelang pertandingan berakhir, Hargianto menambah jumlah gol kegawang Taipei lewat lesakkan dari luar kotak penalti dimenit 90’+3.


Indonesia mengakhiri pertandingan dengan skor meyakinkan, 0-4.

Jumat, 03 Agustus 2018

Si Doel (dari Si Doel Anak Sekolahan hingga Si Doel the Movie)


Si Doel ada lagi !!! Yup, serial tv favorit pada era 90an ini bakal muncul lagi, tapi bukan dalam bentuk serial tv melainkan layar lebar.

Mungkin banyak yg lupa atau belum tau bagaimana jalan cerita antara serial Si Doel Anak Sekolahan (SDAS) hingga ke Si Doel the Movie (SDM), mengingat sudah cukup lama juga Si Doel vakum. Meskipun masih ada tayangan ulangnya di RCTI, namun tidak semua ditayangkan secara full.

Si Doel Anak Sekolahan

Diawali oleh Si Doel Anak Sekolahan (SDAS). Serial tv yg tayang sejak 1994 di RCTI ini merupakan versi modern dari novel dan film Si Doel Anak Betawi.

Bercerita tentang keluarga Betawi yg masih memegang teguh nilai-nilai tradisional ditengah laju modernisasi kota Jakarta. Kasdulah alias Doel (Rano Karno) anak pertama dari Sabeni alias Babeh (Benyamin S) seorang supir oplet, yang menuntut ilmu di perguruan tinggi.

Doel mempunyai ibu bernama Lela/Mak Nyak (Aminah Cendrakasih), seorang ibu rumah tangga yg membantu ekonomi keluarga dengan berjualan di warung depan rumahnya. Selain itu Zaitun/Atun (Suti Karno), adik perempuan Doel-yg hanya menempuh pendidikan dasar lantaran keterbatasan biaya-dikenal sebagai gadis tomboy. Kebiasaannya bermain layangan kerap kali diprotes oleh Babeh dan Mak Nyak.

Mandra, mamang/paman dari Doel. Adik dari Mak Nyak yg berprofesi sebagai kenek oplet. Mandra mempunyai seorang pacar bernama Munaroh (Maryati).

Di Season pertama nya, SDAS tayang sebanyak 6 episode. Menceritakan kisah Doel yg berusaha menyelesaikan kuliahnya, hingga pada akhirnya berhasil meraih gelar insinyur.

Di season inilah Doel pertama kali bertemu dengan Sarah (Cornelia Agatha), gadis blasteran Belanda yang ternyata merupakan sepupu dari sahabat Doel di kampus, Hans (Adam Stardust). Berawal dari insiden tabrakan antara mobil Sarah dengan oplet Doel, perkenalan diantara keduanya berlanjut. Sarah tertarik menjadikan Doel dan keluarganya sebagai nara sumber untuk skripsi nya, namun hal tersebut sempat ditentang oleh Hans, lantaran khawatir Doel akan tersinggung.

Si Doel Anak Sekolahan 2
Sukses di season perdana, SDAS diproduksi kembali di tahun yg sama. Tayang lebih panjang sebanyak 26 episode, membuat cerita dan konflik yg disuguhkan menjadi lebih luas. Di season kedua ini karakter Zaenab (Maudy Kusnaedi) pertama kali dihadirkan. Selain masih menceritakan tentang Doel dan keluarganya, SDAS s2 juga menghadirkan serta memperluas peran dari karakter-karakter pendukung yg mampu menghidupkan serial Si Doel menjadi lebih segar dan jauh lebih lucu. Diantaranya karakter pak Bendot mertua mas Karyo (Basuki), Rochim (Tb. Maulana Husni), Ipah (Hj. Tonah), kong Ali (pak Tile), Rodiyah (Hj. Nacih), Kasiman (Ahong), Andre (Andre Setiawan) dan Roy (Djoni Irawan).

Diakhir SDAS s2 ini, diceritakan Sarah yg baru pulang dari Belanda mengajak Doel dan keluarganya berlibur ke Anyer.

Si Doel Anak Sekolahan 3
Pada Season 3, SDAS kehilangan sosok Benyamin S dikarenakan beliau meninggal dunia. Di dalam serial nya dikisahkan sosok Babeh meninggal setelah mengalami kecelakaan sehabis pulang dari Anyer. Meskipun kehilangan salah satu karakter utamanya, SDAS s3 tetap mampu mengembangkan jalan ceritanya menjadi lebih menarik dengan tayang lebih panjang sebanyak 38 episode.

Di SDAS s3 ini, Doel dan keluarganya berusaha untuk bisa bertahan dari kesulitan ekonomi sepeninggal kepergian alm. Sabeni. Mengingat Doel yg masih belum mendapat pekerjaan ditambah tanggung jawab sebagai kepala keluarga yg kini diembannya. Selain itu, hubungan antara Doel dengan Sarah dan Zaenab yg semakin menarik dengan konflik-konflik diantara ketiganya. Ditambah, munculnya beberapa karakter baru seperti Lala (Sindy Dewiana), pak Salim (Nazar Amir) dan Nunung turut menambah keseruan serial ini. Terlebih kehadiran Nunung yg jadi pujaan hati bang Mandra setelah kisah cintanya dengan Munaroh kandas.

Diakhir season, dikisahkan bahwa Doel yg baru diterima kerja ditunjuk oleh perusahaan untuk berangkat ke Swiss selama 3 bulan. Bisa dibilang season 3 menjadi salah satu season terbaik dari serial SDAS.

Ada beberapa bintang tamu yg turut terlibat dalam SDAS s3 ini, diantaranya Roni Sianturi, Triawan Munaf, dan Raka yg tidak lain merupakan anak dari Rano Karno sendiri.

Si Doel Anak Sekolahan 4
Sepulang dari Swiss, Doel masih harus menunggu penempatan dari perusahaan tempatnya bekerja. Sembari menunggu, ia mengisi waktu dengan mengurus oplet tuanya.

Di season ini diceritakan hubungan Doel dan Sarah sedikit merenggang, lantaran Sarah kecewa dengan Doel yg diam-diam memberikan oleh-oleh untuk Zaenab. Selain itu kisah asmara bang Mandra yg selalu apes lantaran Nunung yg kembali ke Jakarta didekati oleh Urip, supir Angkot yg mengantar pak Bendot dan Nunung saat tiba di Jakarta.

Tayang sebanyak 11 episode, SDAS diakhiri dengan adegan Doel menemui Sarah yg akan berangkat ke Belanda. Ditengah hujan, keduanya berpelukan sebelum akhirnya berangkat menuju Bandara.

Si Doel Anak Sekolahan 5
Selepas kepergian Sarah ke Belanda, Doel mulai disibukkan dengan pekerjaannya. Selain itu, meninggalnya kong Ali kembali menghadirkan duka bagi keluarga Doel.

Selain kabar duka, kabar bahagia juga datang dari Atun yg dalam waktu dekat akan segera melangsungkan pernikahan dengan mas Karyo. Disamping itu, Doel kembali mendapat penugasan dari kantornya, kali ini ke Kalimantan untuk jangka waktu yg lama.

Dipenghujung season, pada saat pernikahan mas Karyo dengan Atun, Sarah mengutarakan keinginannya untuk bisa terus bersama Doel, kemudian dilanjutkan dengan berpelukan dan disambut tepuk tangan riuh keluarga dan kerabat Doel.

Sejak season 5, SDAS tayang di Indosiar sebanyak 33 episode.

Si Doel Anak Sekolahan 6
Doel berniat melamar Sarah. Mengingat ia akan ditugaskan ke Kalimantan untuk waktu yg lama, membuatnya berpikir untuk membawa hubungannya dengan Sarah ke tahap yg lebih serius.

Setelah berdiskusi dengan Mak Nyak, Doel memutuskan meminta bantuan ncang Rochim untuk melamarkan Sarah. Akan tetapi ncang Rochim menolak permintaan Doel lantaran demi menjaga perasaan Zaenab, anaknya.

Sementara itu, Zaenab yg sedang dekat dengan Henry secara mendadak diminta menikah. Hal ini dilakukan mengingat kondisi ibu Henry yg semakin memburuk dan akan segera melakukan pengobatan di luar negeri.

Hubungan Doel dan Sarah kembali renggang selepas menghadiri pernikahan Zaenab. Sarah menilai Doel tidak jujur karna sempat menemui Zaenab sebelumnya, tanpa sepengetahuannya. Mengetahui hal ini, Atun dan mas Karyo berinisiatif menemui Sarah dirumahnya dan menjelaskan duduk permasalahan yg sebenarnya.

Doel batal ditugaskan ke Kalimantan, namun niatan untuk meminang Sarah tetap dilanjutkan. Doel pun datang menemui Sarah untuk meminta maaf serta mengutarakan niatnya untuk menikahi Sarah.

SDAS s6 tayang sebanyak 10 episode. Diakhir season Doel dan Sarah menikah dengan pesta resepsi yg megah.

Si Doel Anak Gedongan (Season 7)
Season ke 7 dari serial si Doel berjudul Si Doel Anak Gedongan (SDAG). Disini Doel diceritakan sudah hidup mapan dengan tinggal di rumah mewah, mobil yg bagus, serta jabatan tinggi di perusahaan.

Sementara itu, Mak Nyak kini tinggal berdua bersama Mandra yg sudah menjadi juragan kontrakan. Lalu Atun yg sudah memiliki putra tinggal terpisah bersama mas Karyo di rumah kontrakan.

Sarah yg tengah hamil menjadi sangat posesif, hal ini membuat Doel kewalahan sampai-sampai mengganggu pekerjaannya. Disamping itu, Zaenab yg juga tengah hamil menghadapi masalah dengan sikap suaminya yg berubah pasca meninggalnya sang ibu.

Doel yg masih peduli dengan Zaenab justru menyebabkan kecemburuan pada Sarah. Puncaknya, Sarah pergi meninggalkan rumah setelah tau Doel mengantar Zaenab ke rumah sakit. Sarah mengetahui hal tersebut setelah ditelepon oleh seseorang yg ternyata adalah ncing Ipah, ibu dari Zaenab.

Mengetahui Sarah pergi, Doel pun bergegas mencari keberadaan Sarah yg pergi entah kemana. Sampai akhirnya Doel dihubungi seseorang yg mengaku mengetahui keberadaan Sarah. Doel pun datang menemui orang tersebut yg tidak lain adalah Roy, dari sanalah Doel tau bahwa Sarah pergi ke Belanda.

Si Doel Anak Pinggiran (FTV)

6 tahun setelah kepergian Sarah ke Belanda, kehidupan Doel kembali seperti semula. Setelah sebelumnya kehilangan pekerjaan serta diusir oleh mertuanya, lantaran menganggap Doel sebagai penyebab perginya Sarah ke Belanda.

Kini Doel hanya menggantungkan hidup sebagai montir panggilan. Sementara itu kondisi Mak Nyak yg tengah sakit membuatnya tidak leluasa beraktifitas, sehingga membutuhkan bantuan dari Atun dan bang Mandra. Selain itu, Atun juga disibukkan dengan mengurus anak semata wayangnya, Kurtubi. Selepas mas Karyo meninggal, Atun hidup menggantungkan penghasilan dari warung.

Doel kerap memimpikan seorang anak kecil yg nyaris tenggelam di pantai. Hal itu membuat Doel gelisah hingga memutuskan untuk pergi menenangkan dirinya. Ternyata Doel mendapati peristiwa yg sama seperti pada mimpinya ketika sedang pergi. Doel menyelamatkan seorang anak yg nyaris tenggelam itu.

Sementara itu, Zaenab yg kini hidup menjanda selepas bercerai dengan Henry, kerap datang menjenguk Mak Nyak. Hal tersebut membuat Mak Nyak menginginkan Zaenab menikah dengan Doel, lantaran Sarah yg tidak kunjung pulang selepas kepergiannya beberapa tahun yg lalu. Hal senada juga diungkapkan ncang Rochim kepada Doel, mengingat kondisinya yg sudah tua dan sakit-sakitan, ia berharap Doel mau menikahi Zaenab sehingga bisa menjaga Zaenab dikemudian hari.

Singkat cerita, setelah mendapat restu dari Mak Nyak serta ncang Rochim, Doel dan Zaenab melangsungkan pernikahan secara sederhana, diiringi tangis Ahong yg untuk kedua kalinya kehilangan Zaenab yg menikah dengan pria lain.

Pasca menikah dengan Zaenab, Doel dihubungi oleh ibunya Sarah untuk datang ke rumahnya. Disana, Doel dipertemukan dengan anak yg sempat ditolongnya saat di pantai. Disanalah Doel diberitau bahwa anak tersebut merupakan putranya.

Si Doel the Movie

Si Doel the Movie, judul yg dipakai untuk film si Doel kali ini. Di Film ini, Doel diceritakan pergi ke Amsterdam, Belanda, bersama bang Mandra atas permintaan Hans, sahabat lama Doel yg sekaligus sepupu dari Sarah. Disana jugalah akhirnya Doel bertemu kembali dengan Sarah yg kabur karena cemburu dengan Zaenab.

Bagaimanakah kelanjutannya? Penasaran? Tonton aja langsung filmnya hehehe..

***

Catatan :  Selama penayangan serial SDAS banyak yg menginginkan Doel jadi dengan Sarah. Doel dianggap cocok dengan Sarah meskipun memiliki perbedaan karakter yg mencolok. Perbedaan ini yg sempat diungkapkan Doel kepada Sarah di SDAS s3. Meskipun begitu, pada akhirnya Doel tetap memilih Sarah untuk menjadi pendamping hidupnya.

Buat saya dan mungkin bagi anda juga, SDAS s6 adalah penutup yg manis untuk serial SDAS, dimana Doel pada akhirnya menikah dengan Sarah.
Namun, cerita Si Doel menjadi jauh lebih rumit di Si Doel Anak Gedongan (SDAG). Si Doel seperti kehilangan karakternya, yg sebelumnya sederhana dan menggambarkan keseharian berubah menjadi penuh dengan konflik dan kemewahan.

Gak gampang mengembalikan jalan cerita Si Doel menjadi seperti sebelumnya. Ibarat kata, SDAG seperti sebuah perang, kemudian SDAP (FTV) adalah keadaan pasca perang dimana ada kegetiran juga kesedihan didalamnya.

Hadirnya Si Doel the Movie diharapkan dapat mengobati kerinduan serta menjawab pertanyaan tentang; bagaimana kelanjutan dari kisah cinta Doel dengan Sarah? Akankah menghadirkan kebahagiaan atau justru kekecewaan?

Kamis, 14 Mei 2015

Persipura dan Persib di 16 Besar AFC cup 2015


Dua wakil Indonesia telah memastikan langkah mereka ke babak 16 besar AFC cup 2015. Berstatus juara grup, Persipura Jayapura dan Persib Bandung diharapkan mampu mendulang hasil positif di babak 16 besar. Hal tersebut tidak berlebihan mengingat laga yang akan dimainkan tanggal 26 dan 27 Mei nanti berlangsung dikandang masing-masing tim, hal itu dikarenakan Persipura dan Persib menyandang status sebagai juara grup.
            Selain itu, laga tersebut hanya dihelat sekali tanpa ada sistem Home & Away. Dukungan dari pendukung kedua klub diharapkan mampu membakar semangat para pemain, untuk bisa mengantarkan klub kebanggaan mereka lolos ke babak perempat final AFC cup 2015.
            Persipura sebagai juara grup E akan menjamu Pahang FA (Malaysia) selaku runner-up grup G pada 26 Mei di Stadion Mandala. Sementara Persib akan menjamu Kitchee (Hong Kong) keesokan harinya, di Stadion Si Jalak Harupat.
Persipura dan Persib diatas kertas lebih diunggulkan, selain faktor tuan rumah, kedua tim lolos sebagai juara grup dengan produktifitas gol yang cukup baik. Terlebih Persipura yang mampu menyarangkan 17 gol dan hanya kemasukan 4 gol dari 6 laga yang dimainkan di babak penyisihan. Sementara Persib, mampu menyarangkan 10 gol dan kemasukan 5 gol selama babak penyisihan.
Bagaimana peluang dua wakil Indonesia di Babak 16 besar? Berikut ulasannya;

Persipura vs Pahang FA
Persipura lolos dengan status juara grup E dengan mengantongi 16 poin, perolehan yang nyaris sempurna, tanpa kekalahan dan sekali imbang. Kehebatan Persipura di babak penyisihan semakin dikuatkan setelah melumat wakil Singapura (Warriors FC) dengan skor telak 6-0.
Selain itu, kapten tim Boaz Solossa, masuk ke dalam daftar top skor AFC cup 2015, dengan perolehan 5 gol dan menempati posisi 4 dari 10 pemain di daftar top skor sementara. Hal ini menjadikan Boaz sebagai pemain Asia Tenggara tersubur di pentas AFC cup 2015.
Meskipun produktifitas Persipura tidak diragukan, lain halnya dengan kekuatan lini belakang mereka. Hanya kemasukan 4 gol di babak penyisihan belum cukup membuktikan bahwa pertahanan tim Mutiara Hitam solid. Kurang stabilnya penampilan Dede Sulaiman sebagai penjaga gawang menimbulkan kekhawatiran tersendiri, mengingat beberapa blunder yang dilakukannya mampu membuahkan gol untuk tim lawan.
Akan tetapi, hadirnya Bio Paulin di tengah turnamen setelah absen beberapa waktu memberikan angin segar bagi lini belakang tim Mutiara Hitam, terbukti Persipura hanya kemasukan 1 gol dari 3 laga terakhir di babak penyisihan. Hal ini membuktikan betapa pentingnya peran seorang Bio Paulin di lini pertahanan Persipura.
Lain halnya dengan Pahang FA, lolos sebagai runner-up grup G, penampilan Pahang FA bisa dibilang naik turun. Takluk 0-1 dari South China dilaga pembuka, kemudian imbang atas Global FC, lalu berhasil menang atas Yadanarbon menjadi perolehan The Elephant di tiga laga awal. Pun demikian dipertandingan berikutnya, masih menunjukkan pola yang sama, takluk dari South China, kemudian menang besar atas Yadanarbon, lalu ditahan imbang 0-0 oleh Global FC.
Kurang meyakinkannya penampilan anak asuh Zainal Abidin Hassan dibabak penyisihan menempatkan Pahang FA kurang diunggulkan atas Persipura. Akan tetapi, tajamnya lini depan mereka yang mampu memperoleh 11 gol di babak penyisihan dapat menjadi ancaman tersendiri bagi pertahanan tim Mutiara Hitam, terlebih penampilan apik yang ditampilkan oleh Dickson Nwakaeme kala mencetak hattrick saat menggilas Yadanarbon 7-4 bisa menjadi perhatian tersendiri bagi Bio Paulin cs.
Selain itu Dickson Nwakaeme juga masuk ke dalam daftar top skor sementara AFC cup 2015 dengan perolehan 6 gol, menempatkannya di posisi kedua bersama dengan Daniel McBreen (South China) yang juga mencatatkan 6 gol.
Namun Persipura bukanlah Yadanarbon, Persipura jelas lebih kaya pengalaman dibandingkan Yadanarbon yang baru sekali tampil di ajang ini. Pengalaman lolos ke semifinal tahun lalu menjadi bukti kematangan Persipura di ajang AFC cup. Walapun begitu, wakil Indonesia kerap direpotkan bila berhadapan dengan wakil negri  jiran, baik dilevel AFC cup maupun uji coba. Sehingga laga yang akan dihelat 26 Mei nanti kemungkinan akan berjalan sengit dan layak untuk ditunggu.
Satu lagi.. rapuhnya lini pertahanan Pahang FA bisa menjadi hal positif apabila dimanfaatkan dengan baik oleh kreatifitas lini tengah dan depan Persipura, mengingat The Elephant sudah kemasukan 10 gol dari 6 laga sebelumnya, menjadikan Pahang FA sebagai tim dengan pertahanan terlemah di babak 16 besar ini.

Persib vs Kitchee
Persib lolos sebagai juara grup H dengan perolehan 12 poin, dengan hanya mencatatkan 10 gol dari 6 pertandingan, kalah dari jumlah yang diperoleh Ayeyawady United selaku runner-up grup yang mencetak 13 gol.
Namun Persib memiliki lini pertahanan yang cukup solid, dengan hanya kemasukan 5 gol, 3 diantaranya terjadi dilaga terakhir grup H saat bersua dengan Ayeyawady United di Bandung.
Salah satu kekurangan dari Maung Bandung yang sangat menonjol adalah tidak adanya target man yang mampu mengkonversi peluang menjadi gol. Kurangnya pemain depan berkualitas menjadi kendala yang cukup terlihat diakhir-akhir babak penyisihan grup.
Meskipun begitu, Persib mampu memainkan umpan-umpan pendek dengan apik disertai akselerasi dari lini sayap yang menjadi andalan mereka. Permainan seperti itulah yang ditunjukkan kala Maung Bandung menghancurkan wakil Maladewa, New Radiant dengan skor telak 4-1 di laga pembuka grup H AFC cup 2015.
Meratanya permainan Persib menjadi nilai plus tersendiri sehingga tidak menimbulkan ketergantungan terhadap salah satu pemain, meski dalam beberapa pertandingan tidak bisa dipungkiri bahwa penampilan Atep mampu menghidupkan permainan tim asal Bandung tersebut.
Menghadapi Kitchee di laga 16 besar pada 27 Mei mendatang menjadi pembuktian bagi Maung Bandung sebagai juara liga Indonesia, untuk bisa melangkah lebih jauh lagi di ajang AFC cup 2015 ini.
Akan tetapi, dihentikannya liga cukup berpengaruh terhadap kesiapan tim dalam menghadapi laga-laga berat, khususnya Persib yang secara permainan sedikit menunjukkan penurunan dibandingkan dengan laga pertama grup H. Hal ini jelas mengkhawatirkan, mengingat lawan yang dihadapi cukup tangguh.
Kitchee, selaku runner-up grup F merupakan tim yang cukup berpengalaman di pentas AFC cup. Sudah 5 kali tim asal Hong Kong ini berlaga di kasta kedua kompetisi Asia ini, dan memperoleh pencapaian terbaiknya tahun lalu, berhasil lolos hingga babak semifinal.
Juara liga Hong Kong tersebut menjadi tim yang cukup merepotkan bagi wakil Indonesia, terakhir mereka mampu mengandaskan Arema Cronus di laga 16 besar AFC cup 2014 dengan skor 2-0. Selain itu kehadiran Juan Belencoso di lini depan menjadi ancaman tersendiri bagi lini pertahanan Maung Bandung. Striker asal Spanyol itu telah membukukan 4 gol dan masuk kedalam 10 pencetak gol terbanyak sementara turnamen ini.
Namun, lini belakang tim asuhan Jose Francisco Molina ini bisa dibilang tidak lebih baik dari Persib. Mereka kemasukan 6 gol dari 6 laga penyisihan, mengindikasikan bahwa lini pertahanan mereka tidak terlalu baik dan masih bisa ditembus.
Kolektivitas permainan yang diandalkan mereka sama halnya dengan Persib, menjadi kunci keberhasilan tim yang berjuluk Hong Kong Barca ini menembus 16 besar AFC cup 2015. Namun, sama halnya dengan Pahang FA, tim ini kerap menunjukkan permainan yang kurang stabil di babak penyisihan grup, hanya 3 kemenangan, 2 imbang, dan satu kekalahan yang dicatatkan klub yang bermarkas di Mong Kok Stadium ini selama penyisihan.
Dilihat dari hasil penyisihan, Persib dan Kitchee bisa dikatakan hampir imbang, hanya saja Persib belum pernah mengalami kekalahan di fase grup. Namun KItchee juga lebih unggul dari hal pengalaman sehingga laga yang dilangsungkan pada 27 Mei nanti menjadi ajang pembuktian bagi dua klub jawara tersebut untuk menentukkan siapa yang terbaik dan berhak lolos ke babak selanjutnya. Layak untuk ditunggu, dan semoga saja wakil Indonesia mampu memberikan yang terbaik di laga 16 besar nanti.






Selasa, 26 Agustus 2014

Mutiara Hitam, Persipura Melaju ke Semifinal AFC Cup 2014


Sekali lagi, Persipura mampu mengandaskan lawannya dengan skor telak di ajang AFC Cup. Kali ini pada lanjutan leg 2 babak perempat final, Persipura mampu mengalahkan Kuwait SC dengan skor 6-1. Hasil ini sekaligus membawa Persipura melenggang mulus ke babak semifinal turnamen kasta kedua di Asia tersebut.
            Kemenangan Persipura sebenarnya sudah dapat dilihat sejak babak pertama usai, setelah mampu menutup babak pertama dengan skor 3-0. Pada babak kedua, Persipura tidak lantas mengendurkan serangannya, bahkan anak-anak mutiara hitam tersebut tampil menekan lewat permainan apik dari Boaz, Titus Bonai, serta Robertino Pugliara. Hingga akhirnya anak asuh Jackson F Tiago tersebut berhasil menceploskan 3 gol tambahan dan hanya mampu dibalas sebiji gol.
            Sebelumnya pada babak perdelapan final, Persipura juga mencatatkan skor telak setelah mampu mempecundangi jawara liga Myanmar Yangoon United, 9-2. Hasil tersebut pun memecahkan rekor skor terbesar yang pernah terjadi di turnamen AFC Cup. Bila pada laga kontra Yangoon United, Eddie Boakay Foday yang menjadi pemborong gol Persipura dengan 5 gol, kali ini  Robertino Pugliara lah yang keluar sebagai pencetak gol terbanyak pada laga sore hari waktu setempat itu. Hattrick ex gelandang Persija Jakarta itu ke gawang Kuwait SC memudahkan Persipura dalam mengalahkan Jawara liga Kuwait tersebut.
            Kuwait SC sendiri merupakan klub penguasa liga Kuwait, serta pernah beberapa kali menjuarai AFC Cup, terakhir pada 2012. Kekalahan telak dari Persipura jelas sangat diluar dugaan, serta mencoreng torehan hasil positif yang selama ini mereka raih, apalagi Persipura sempat dikalahkan pada leg pertama dengan skor tipis 3-2. Sebaliknya bagi Persipura, hasil tersebut merupakan hasil yang sangat positif mengingat target mereka untuk turnamen tahun ini telah tercapai, yakni menembus babak semifinal.
            Lolosnya Persipura ke babak semifinal menorehkan sejarah baru, yakni untuk pertama kalinya klub asal Papua tersebut melenggang ke babak semifinal turnamen tersebut. Selain itu, lolosnya Persipura ke semifinal juga menjadikannya sebagai klub Indonesia pertama yang mampu menembus babak semifinal di ajang AFC Cup.
            Semoga hasil positif ini terus berlanjut hingga ke babak selanjutnya, dan semoga hasil yang dicapai Persipura juga mampu menjadi pemicu semangat bagi klub Indonesia lainnya untuk dapat berbicara banyak di level Asia.

Leg 1: Kuwait SC 3-2 Persipura
Leg 2: Persipura 6-1 Kuwait SC

Agregat: Persipura 8-4 Kuwait SC

Selasa, 03 Juni 2014

Good Luck, Lucia...

Kabar sedih untuk para penggemar Lucia Saharui. Jumat, 30 Mei 2014 merupakan hari terakhir Lucia siaran sebagai News Anchor Metro Tv. Berhubung yang bersangkutan gak begitu aktif di socmed, jadi masih sedikit yang tau perihal resign nya wanita kelahiran Ternate tersebut. Meskipun begitu, ia masih aktif membawakan beberapa program dialog di Metro sebagai freelancer, sama seperti Chandra Dewi dan Gadiza Fauzi, meskipun gak setiap hari tapi setidaknya masih bisa menyapa para pemirsa di layar kaca.
Sebelumnya, hari selasa 27 Mei, gue sempet mendapat bocoran info tersebut dari salah satu kenalan di Metro, walaupun gak dikasih tau kapan waktu resign nya. Dari info tersebut gue pun mencoba mengkonfirmasi kepada yang bersangkutan, dan ternyata memang benar bahwa dia akan resign. Alasan untuk mundur dari Metro pun dikarenakan ingin berkonsentrasi mengurus kedua anaknya yang masih kecil, mungkin hal ini juga yang menjadi alasan mundurnya beberapa Anchor dari dunia jurnalistik.



Cukup sedih juga dapet kabar itu, mengingat setahun yang lalu masih sempet ketemu dan masih sering tanya-tanya seputar jurnalisme warga (waktu Lucia masih di wideshot), apalagi pas Lucia memposting dua buah foto dengan tulisan yang menjelaskan alasan dia resign dari metro di p*th, rasanya tuh nyeeeeessss banget (lebay.com hehehe..) . Jadi berasa ada yang hilang, bingung mau tanya-tanya sama siapa lagi sekarang, hmm...  

Good Luck mbak, semoga sukses di luar sana J



Sabtu, 10 Mei 2014

Mengintip Calon Lawan Garuda Jaya/ Indonesia u19 di Piala Asia u19 2014 (3)

Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab merupakan salah satu lawan Indonesia di grup B AFC u19 Championship 2014. Di level senior, tim ini merupakan tim yang cukup disegani di kawasan Asia, khususnya Asia Barat. Terbukti tim ini telah merengkuh gelar juara Gulf Cup/Piala Teluk (Turnamen untuk negara-negara kawasan Asia Barat, seperti AFF cup di ASEAN) sebanyak dua kali, pada tahun 2007 dan 2013. Sementara di level Asia, tim ini hanya mencatat dua kali prestasi terbaik, yakni pada Piala Asia 1996 sebagai runner up dan 1992 sebagai juara ke empat. Selebihnya hanya bertahan hingga fase grup.
Tim ini juga telah mencicipi putaran final piala dunia sebanyak satu kali pada tahun 1990 di Italia, dan hanya bertahan hingga fase grup.

U19
Di level u19, prestasi UEA jauh lebih baik. Mencatatkan sepuluh kali lolos ke putaran final, dengan prestasi terbaik menjadi juara pada edisi 2008 yang berlangsung di Arab Saudi. Saat itu mereka mengkandaskan perlawanan Uzbekistan dengan skor 1-2 lewat sepasang gol dari Ahmad Khalil.
Selebihnya, tim ini mencatatkan dua kali posisi 3 (1985 & 1996), tiga kali posisi 4 (1982, 1988, 1992). Di Piala Dunia u20, UEA telah tampil sebanyak 3 kali (1997, 2003, 2009) dengan prestasi terbaiknya mencapai babak perempat final pada tahun 2003 dan 2009. Sementara pada edisi 1997 hanya mencapai babak 16 besar. Satu catatan penting untuk UEA u19 di Piala Dunia u20, tim ini selalu lolos babak fase grup, sehingga bisa dikatakan bahwa tim ini cukup kuat di level junior meskipun pada beberapa kesempatan penampilan yang ditunjukkan cenderung fluktuatif.

AFC u19 Championship 2014
Uni Emirat Arab lolos ke putaran final Piala Asia u19 sebagai juara grup B. Memainkan laga di Yordania, UEA seakan tak terbendung dengan mampu mengantongi 15 gol dan hanya 1 kali kebobolan. Dengan bermodalkan hasil kualifikasi yang meyakinkan serta pemain muda potensial yang dipanen dari kompertisi u19, anak asuh Khalifa Mubarak Alshamsi ini dianggap memiliki potensi untuk menggebrak panggung Piala Asia u19 pada Oktober nanti di Myanmar.
Pemain andalan UEA untuk menghadapi Piala Asia kali ini, dilihat dari performa pada saat babak kualifikasi yakni; Al Hashmi (2 gol), Gheilani (2 gol), dan Al Blooshi (2 gol). Akan tetapi, UEA memiliki pemain belakang andalan, sekaligus kapten tim, dia adalah Abdallah Ghanem. Ghanem merupakan pencetak gol UEA pada laga uji coba pertama saat berhadapan dengan Indonesia u19, di Dubai pada April lalu.

Abdallah Ghanem

Berikut hasil kualifikasi timnas UEA u19:
Yaman      1-2   UEA
UEA           5-0   Maladewa
UEA           6-0   Afganistan
Yordania   0-2   UEA

Klasemen Grup B Kualifikasi Piala Asia u19
1.      Uni Emirat Arab
2.      Yaman
3.      Yordania
4.      Maladewa
5.      Afganistan

Demikian ulasan singkat calon lawan Indonesia u19 di Grup B. Bila dilihat dari treck record nya, lawan yang akan dihadapi terbilang kuat, mengingat calon lawan anak asuh Indra Sjafri merupakan tim langganan Piala Dunia u20. Namun hal tersebut bisa dijadikan motivasi bagi Garuda Jaya untuk dapat memberikan penampilan terbaik demi mencapai hasil maksimal, serta mewujudkan target lolos ke Piala Dunia u20 di Selandia Baru tahun depan.



Jumat, 09 Mei 2014

Dibalik Wawancara Eksklusif dengan Zackia Arfan

Satu lagi pengalaman mewawancarai seorang news anchor, kali ini gue.. bukan gue sih sebenarnya, tapi BPH persma kampus gue lebih tepatnya hehehe.. kali ini gue ikut menemani BPH persma kampus untuk mewawancarai Zackia Arfan untuk keperluan majalah. Awalnya sih kita menargetkan Najwa Shihab, namun karena sepertinya yang bersangkutan lagi sibuk (mendekati pemilu presiden, beberapa pimpinan program news di semua TV pasti lagi sibuk-sibuknya, ditambah lagi jadwal off air Mata Najwa di luar kota), kita pun akhirnya mengalihkan target ke Zackia.
            Untungnya, gak butuh waktu lama untuk mendapat kepastian wawancara dari Zackia, kurang lebih hanya dalam waktu seminggu setelah pengajuan permohonan wawancara via media social, kita udah bisa mewawancarai yang bersangkutan. Selasa, 6 Mei 2014 menjadi hari dimana wawancara dilangsungkan. Berangkat dari Bekasi jam satu kurang, sempet-sempetnya gue salah naik angkot haadeeeeh.. rugi 3000 gue hahaha.. tapi akhirnya sampai juga dikampus satu jam kemudian. Waktu yang mepet untuk menuju kedoya yang gue rasa bakal macet, meskipun kalau naik motor kurang lebih waktu tempuhnya hanya satu jam sih.
            Berangkat dari kampus jam dua siang bareng BPH, kita pun membelah lalu lintas Jakarta yang selalu macet, terutama pada saat mendekati waktu pulang kantor. Untungnya masih bisa nyelip-nyelip, jadinya masih bisa ngejar waktu untuk wawancara. Setelah berpanas-panasan di jalan, sampailah kita di Metro TV, sebenarnya sih udah telat 17 menit dari waktu janjian wawancaranya (janjian wawancara jam tiga sore), sempet deg-degan karena waktu break Wide Shot cuma sejam, berarti kita cuma punya waktu kurang dari 45 menit untuk wawancara Zackia Arfan (tanggal 5-7 Mei, Zackia diminta untuk siaran di Wide Shot menggantikan Prita Laura yang sedang mempersiapkan program Eagle Documentary) .
            Setelah parkir motor dan sedikit rapih-rapih, kita pun melipir ke lobi 1. Di lobi satu kita menunggu kehadiran Zackia yang lagi break siaran, kurang dari semenit Zackia pun muncul dan langsung menyapa kita dengan ramah. Awalnya kita mau wawancara di lobi 1, tapi kemudian Zackia mengajak kita untuk “nongkrong” sambil minum di warung depan Metro Tv, biar lebih santai. Jadi sambil masih mengenakan baju siaran plus make up, Zackia pun melipir ke arah warung disertai kita yang ngintilin dibelakang hehehe..


            Sampai di warung, ternyata udah ada Hariman Chalid yang baru selesai makan gado-gado. Kita pun sempat diperkenalkan kepada Hariman Chalid oleh Zackia, setelah itu wawancara pun  dilangsungkan. Wawancara berjalan kurang lebih sekitar 27 menit ditambah dengan ngobrol-ngobrol sebentar, menurut gue sih Zackia orang nya asik dan gak terlalu jaim mungkin ya, jadi selama wawancara pun si reporter gak terlalu grogi dan bisa menikmati proses wawancara tersebut.
            Mendekati jam empat sore, kita pun diajak Zackia untuk balik ke lobi satu, karena emang Zackianya yang udah harus on air lagi. Oiya, pada waktu Zackia ingin membayar teh botol, ternyata minuman yang kita minum termasuk Zackia udah dibayarin sama Hariman Chalid, pantesan pas gue minum ko’ rasanya jauh lebih enak hahahaha.. baru kali ini gue ditraktir sama news anchor hehehe.. terima kasih ya mas Hariman, maaf dulu suka ngetawain gaya siaran mas yang rada berlibet kalau baca promter hehehe.. pisss.
            Balik lagi ke soal wawancara, berhubung udah hampir jam empat sore, wawancara yang tadinya mau dilanjutkan di lobi satu harus ditunda sampai Zackia selesai siaran. Akhirnya kita pun melipir ke Mesjid untuk sholat dan istirahat sejenak, sambil membuat pertanyaan tambahan untuk lanjutan wawancara nanti. Setelah satu jam menunggu, kita pun kembali menuju lobi satu untuk melanjutkan sesi wawancara yang sempat terpotong. Setelah menunggu sebentar di depan lobi 1, Zackia pun datang menghampiri. Sempat bingung mau lanjutin wawancara dimana, tapi kemudian Zackia mengajak kita ke teras Metro Tv.
            Diteras Metro Tv, wawancara kembali dilanjutkan dengan pertanyaan yang berhubungan dengan pemilu dan independensi media, kira-kira apa ya jawaban dari Zackia Arfan? Hehehehe... Wawancara sesi kedua berlangsung cukup singkat, sekitar 10 menit. Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi ngobrol-ngobrol, mulai dari ngobrolin tentang persma gue, siaran, majalah dsb. kemudian diakhiri dengan sesi foto-foto. Oiya, Zackia sempat cerita kalau dia pernah nanya-nanya kepada Lucia Saharui perihal wawancara tersebut, berhubung sebelumnya Lucia Saharui pernah diwawancarai sama gue, jadi dia kayaknya perlu untuk tau kisi-kisi pertanyaan yang akan diajukan pada saat wawancara hehe..



            Sebelum balik, Zackia sempat nawarin kita untuk makan di situ, tapi karena udah kesorean kita pun memutuskan untuk langsung balik aja. Meskipun begitu, Zackia tetap kekeuh ngebekalin kita sebelum pulang, akhirnya kita pun dapet traktiran lagi, kali ini dari Zackia Arfan J.
 Buat yang penasaran, mungkin nanti gue bakal post artikel wawancara eksklusifnya Zackia Arfan, tapi itu setelah majalah kampus gue terbit, jadi ditunggu aja ya buat penggemarnya Zackia Arfan J.

           

            

Minggu, 04 Mei 2014

Mengintip Calon Lawan Garuda Jaya/ Indonesia u19 di Piala Asia u19 2014 (2)

Australia

Australia merupakan salah satu tim yang lolos ke putaran final Piala Asia u19 2014. Di level senior, Australia sudah tidak perlu diragukan kualitasnya. Berangkat dari kawasan Oceania, Australia tidak terbendung disana, hingga akhirnya FFA (Football Federation Australia) memutuskan untuk hijrah ke konfederasi sepakbola Asia (AFC) pada tahun 2006.
Keputusan kepindahan Australia ke zona Asia dikarenakan demi kemudahan mencapai tiket Piala Dunia, hal ini jelas sangat sulit didapat apabila bermain di zona Oceania. Pada zona Oceania, pemenang kualifikasi tidak langsung lolos, melainkan harus melalui babak play off yang biasanya akan mempertemukan wakil Oceania dengan wakil Amerika Selatan. Hal inilah yang menyebabkan sulitnya tim-tim asal Oceania untuk bisa menembus Piala Dunia, lantaran ketimpangan kualitas antara keduanya cukup jauh.
Di level senior, Australia telah mencicipi 4 kali putaran final Piala Dunia, tiga diantaranya didapat setelah hijrah ke federerasi sepakbola Asia, yakni pada tahun 1974, 2006, 2010, dan 2014 yang akan berlangsung di Brasil nanti. Untuk level Asia, Australia berhasil lolos dan tampil di putaran final sebanyak tiga kali (2007, 2011, dan 2015), dengan prestasi tertinggi menjadi runner up di tahun 2011.

U19
Di level u19, Australia merupakan tim yang kuat dan sering menjadi langganan Piala Dunia u20. Tehitung sudah 15 kali Australia tampil di Piala Dunia u20, dengan pencapaian terbaik mencapai semifinal di edisi 1991 dan 1993.
Di level Asia, debut Piala Asia u19 didapatkan pada tahun 2006, kala itu mereka mampu mencapai babak perempat final, sebelumnya akhirnya dijungkalkan Korea Selatan. Pada edisi 2008, 2010, dan 2012, Australia selalu lolos menembus babak semifinal bahkan pada tahun 2010 berhasil menembus babak final. Namun, upaya Australia untuk meraih gelar Asia pertamanya dapat digagalkan Korea Utara, Australia takluk 3-2 lewat tiga gol dari Jong Il Gwan.
Sebelum bergabung dengan AFC, Australia begitu merajai Oceania, hal tersebut dapat dilihat dari 12 gelar juara yang didapat Australia di kawasan Oceania, pencapaian terburuk yang mereka dapat hanya satu kali menjadi runner up pada tahun 1980.

AFC u19 Championship 2014
Australia lolos ke putaran final dengan status runner up terbaik, yang tergabung di grup F bersama Vietnam, Hong Kong, dan China Taipei. Anak asuh Paul Okon “hanya” mengoleksi 11 gol dan kemasukan 5 gol, hal ini masih kalah dengan jumlah yang dihasilkan pemuncak klasemen, Vietnam, yakni 16 gol dan 3 kemasukkan.
Pada babak kualifikasi, Australia yang sebelumnya tampil superior ternyata harus mengakui keunggulan Vietnam di pertandingan terakhir dengan takluk 1-5. Satu-satunya gol yang dicetak pada pertandingan itu dilesakkan oleh Peter Skapetis. Hal ini cukup mengejutkan, mengingat sejarah Australia yang cukup superior di Piala Asia u19 sejak keikut sertaannya di tahun 2006.
Pada Piala Asia u19 kali ini, Australia diperkuat beberapa pemain dengan kualitas mumpuni, baik yang merumput di liga Australia ataupun yang berasal dari klub-klub liga Inggris. Ada beberapa pemain yang diperkirakan akan menjadi tulang punggung Australia di putaran final Oktober nanti, mereka adalah Peter Skapetis (QPR/Inggris), Daniel de Silva (Perth Glory/Australia) serta pemain-pemain yang merumput di liga Eropa.
Salah satu pemain yang menonjol di tim Australia pada babak kualifikasi adalah Peter Skapetis. Pemain yang merumput bersama QPR ini merupakan pencetak gol terbanyak untuk Australia di babak kualifikasi. Pada pertandingan pembuka, dia mengantarkan Australia unggul telak atas Hong Kong dengan skor 7-0, lewat sumbangan empat golnya, Skapetis menjadi pemain paling produktif di babak kualifikasi. Total lima gol telah dicetaknya pada babak kualifikasi (empat ke gawang Hong Kong, satu ke gawang Vietnam).

Peter Skapetis
Sebelumnya gue sempat melihat rataan skill para pemain Australia pada game Soccer Manager, disitu ada beberapa pemain Australia yang secara skill cukup mumpuni untuk pemain usia 19 tahun ke bawah. Seperti Daniel de Silva yang mempunyai nilai 80, atau Awer Mabil dengan nilai 77. Kalau dilihat dari nilai-nilai tersebut, kualitas para pemain muda Australia hampir sama dengan kualitas timnas senior Indonesia (sampai saat ini pemain dengan nilai tertinggi di timnas senior Indonesia di miliki Sergio Van Dijk dengan nilai 80).
Tapi bagaimanapun kekompakkan tim jauh lebih penting dari sekedar skill individu, mudah-mudahan Indonesia u19 bisa tampil lebih baik dan tetap waspada terhadap calon lawan termasuk Australia, meskipun Indonesia lolos dengan status juara grup di babak kualifikasi.

Daniel de Silva (Soccer Manager)
Berikut hasil kualifikasi timnas Australia u19:
Australia        7-0   Hong Kong
China Taipei  0-3  Australia
Australia        1-5   Vietnam

Klasemen Grup F Kualifikasi Piala Asia u19 2014
  1. Vietnam
  2. Australia
  3. Hong Kong
  4. China Taipei

Mengintip Calon Lawan Garuda Jaya/ Indonesia u19 di Piala Asia u19 2014 (1)


Piala Asia u19 tinggal enam bulan lagi. 16 kontestan pun sudah dibagi kedalam 4 grup pada akhir April lalu, dan seperti yang sudah kita tau Indonesia tergabung kedalam grup B, bersama dengan Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab. Lantas, bagaimana kualitas para calon lawan Garuda Jaya di Myanmar nanti? Berikut ulasannya:

Uzbekistan 

Uzbekistan merupakan negara pecahan Uni Soviet, saat ini tergabung ke dalam kawasan Asia Tengah. Dalam level senior, sepakbola Uzbekistan termasuk ke dalam tim kuat di kawasan Asia, hal itu terbukti dari lolosnya Uzbekistan ke Piala Asia sejak tahun 1996 secara berturut-turut. Pencapaian terbaik yang pernah mereka capai ialah pada Piala Asia 2011 di Qatar, yang mana pada saat itu mereka berhasil menempati peringkat keempat.
Lalu bagaimana dengan level junior, atau lebih tepatnya u19? Kurang lebih sama dengan seniornya, Uzbekistan u19 termasuk ke dalam tim kuat. Terhitung sudah enam kali tim ini mentas di Piala Asia u19, dari 2002, 2004, 2008, 2010, 2012, dan 2014 Oktober nanti. Prestasi yang dicapai pun terbilang cukup baik, yakni dengan menjadi Runners-up di Piala Asia u19 edisi 2008. Saat itu mereka takluk dari Uni Emirat Arab dengan skor 2-1.
Selain Piala Asia, negara pecahan Uni Soviet ini juga pernah lolos ke Piala Dunia u20 sebanyak tiga kali. Penampilan pertama mereka terjadi pada tahun 2003, saat itu langkah mereka hanya sampai babak penyisihan grup saja, pun demikian pada penampilan kedua mereka pada tahun 2009. Di tahun 2013, Uzbekistan mengukir prestasi terbaiknya selama keikutsertaannya di Piala Dunia u20, dengan mampu lolos hingga babak perempat final.
Sebelumnya, di babak 16 besar mereka berhasil membungkam Yunani dengan skor 3-1. Pada perempat final, langkah mereka terhenti kala berjumpa dengan tim ayam jantan Prancis, yang kemudian keluar sebagai juara turnamen, dengan skor telak 0-4.

AFC u19 Championship 2014
Uzbekistan u19 lolos sebagai salah satu Runners-up terbaik pada Kualifikasi Piala Asia u19, kalah bersaing dengan Qatar u19 yang lolos langsung sebagai juara grup A babak kualifikasi. Anak asuh Sergery Lushan tersebut mengoleksi perolehan 11 gol dengan jumlah kemasukan 2 gol, hasil tersebut masih kalah dari torehan Qatar yang mampu mengoleksi 13 gol dengan kebobolan sebanyak 1 gol.
Di Piala Asia u19 tahun 2014 ini, Uzbekistan membawa beberapa pemain yang diantaranya diperkirakan akan menjadi pemain kunci bagi tim tersebut. mereka adalah Bobir Davlatov (Rubin Kazan/Rusia) dan Eldor Shomurodov (Mash’al Mubarek/Uzbekistan), kedua pemain tersebut menjadi pencetak gol terbanyak bagi Uzbekistan pada babak kualifikasi. Bobir Davlatov (2 gol), Eldor Shomurodov (3 gol).
Ada tiga klub yang menjadi penyumbang pemain terbanyak untuk skuad asuhan Sergery Lushan, klub tersebut adalah; Bunyodkor (6 pemain), Pakhtakor (5 pemain), Mash’al Mubarek (4 pemain).

Bobir Davlatov

Berikut hasil kualifikasi timnas Uzbekistan u19:
Tukmenistan 0-1  Uzbekistan
Uzbekistan    5-0   Nepal
India               0-3   Uzbekistan
Uzbekistan    1-2   Qatar

Klasemen Grup A kualifikasi Piala Asia u19 2014
1.      Qatar
2.      Uzbekistan
3.      India
4.      Turkmenistan
5.      Nepal